Wednesday, 2 January 2013

PRAKTIKUM KIMIA ASAM -BASA



PRAKTIKUM KIMIA ASAM -BASA




I. TUJUAN PRAKTIKUM
Menganalisa perubahan warna indikator ( lakmus biru, lakmus merah, dan larutan PP ) pada larutan yang bersifat :
a.       Asam
b.      Basa
c.       Netral

II. DASAR TEORI
                   indikator asam-basa merupakan zat yang digunakan untuk mengetahui suatu larutan tergolong asam atau basa. indikator asam-basa ada dua jenis yaitu :
1.         indikator alami, misalnya kunyit dan bunga berwarna ( kembang sepatu)
2.         indikator buatan atau sintetis , misalnya larutan phenol ptalin (PP), kertas lakmus biru, kertas lakmus merah, BTB, MJ , dan MO
Pada percobaan kali ini akan dipelajari perubahan warna indikator pada larutan yang bersifat asam maupun larutan yang bersifat basa atau netral.

III. ALAT & BAHAN

§  Alat-alat :
o   Drop plate
o   Pipet Tetes
o   Beker glass (Gelas kimia)

§  Bahan :
o   Air / aquades
o   Larutan CH3COOH
o   Larutan NAOH
o   Larutan A
o   Larutan B
o   Larutan C





IV. CARA KERJA

A.     Uji terhadap larutan CH3COOH
1. Pertama-tama kita mengambil beberapa tetes larutan CH3COOH menggunakan pipet tetes lalu teteskan pada drop plate.
2. Kedua, uji menggunakan kertas lakmus biru  kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
3. Ketiga, lakukan langkah 1 lalu uji menggunakan kertas lakmus merah kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
4. Keempat, lakukan langkah 1 lalu ambil larutan PP menggunakan pipet tetes kemudian teteskan pada drop plate yang berisi larutan CH3COOH  kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.

B.     Uji terhadap larutan NaOH
1. Pertama-tama kita mengambil beberapa tetes larutan NaOH menggunakan pipet tetes lalu teteskan pada drop plate.
2. Kedua, uji menggunakan kertas lakmus biru  kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
3. Ketiga, lakukan langkah 1 lalu uji menggunakan kertas lakmus merah kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
4. Keempat, lakukan langkah 1 lalu ambil larutan PP menggunakan pipet tetes kemudian teteskan pada drop plate yang berisi larutan NaOH kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.

C.     Uji terhadap air / aquadest
1.  Pertama-tama kita mengambil beberapa tetes air / aquadest menggunakan pipet tetes lalu teteskan pada drop plate.
2. Kedua, uji menggunakan kertas lakmus biru  kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
3. Ketiga, lakukan langkah 1 lalu uji menggunakan kertas lakmus merah kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
4. Keempat, lakukan langkah 1 lalu ambil larutan PP menggunakan pipet tetes kemudian teteskan pada drop plate yang berisi air / aquadest kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.     

D.     Uji terhadap larutan A
1. Pertama-tama kita mengambil beberapa tetes larutan A menggunakan pipet tetes lalu teteskan pada drop plate.
2. Kedua, uji menggunakan kertas lakmus biru  kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
3. Ketiga, lakukan langkah 1 lalu uji menggunakan kertas lakmus merah kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
4. Keempat, lakukan langkah 1 lalu ambil larutan PP menggunakan pipet tetes kemudian teteskan pada drop plate yang berisi larutan A kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.

E.     Uji terhadap larutan B
1. Pertama-tama kita mengambil beberapa tetes larutan B
menggunakan pipet tetes lalu teteskan pada drop plate.
2. Kedua, uji menggunakan kertas lakmus biru  kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
3. Ketiga, lakukan langkah 1 lalu uji menggunakan kertas lakmus merah kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
4. Keempat, lakukan langkah 1 lalu ambil larutan PP menggunakan pipet tetes kemudian teteskan pada drop plate yang berisi larutan B kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.


F.      . Uji terhadap larutan C
1. Pertama-tama kita mengambil beberapa tetes larutan C menggunakan pipet tetes lalu teteskan pada drop plate.
2. Kedua, uji menggunakan kertas lakmus biru  kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
3. Ketiga, lakukan langkah 1 lalu uji menggunakan kertas lakmus merah kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.
4. Keempat, lakukan langkah 1 lalu ambil larutan PP menggunakan pipet tetes kemudian teteskan pada drop plate yang berisi larutan C kemudian amati perubahan dan catat pada tabel.

V. DATA PENGAMATAN

LARUTAN
PERUBAHAN WARNA KERTAS LAKMUS BIRU
PERUBAHAN WARNA KERTAS LAKMUS MERAH
PERUBAHAN WARNA LARUTAN DENGAN LARUTAN PP
LARUTAN BERSIFAT
larutan CH3COOH
Merah

Merah

Tidak berwarna
Asam
larutan NaOH
Biru

Biru
Merah
Basa
air / aquadest
Biru
Merah
Tidak berwarna
Netral
larutan A
Merah
Merah
Tidak berwarna
Asam
larutan B
Biru
Biru
Merah
Basa
larutan C
Biru
Merah
Tidak berwarna
Netral


VI.  ANALISA DATA

- Uji A :
                   Setelah larutan CH3COOH di uji menggunakan kertas lakmus merah dan biru warna kertas lakmus tetap merah /menjadi berwarna merah. Setelah larutan CH3COOH di uji menggunakan larutan PP, larutan CH3COOH tetap tidak berwarna.
- Uji B :
                   Setelah larutan NaOH di uji menggunakan kertas lakmus merah dan biru warna kertas lakmus tetap biru /menjadi berwarna biru. Setelah larutan NaOH di uji menggunakan larutan PP, larutan NaOH menjadi berwarna merah.
- Uji C :
                   Setelah air/aquadest di uji dengan indikator kertas lakmus merah maka ketas lakmus warnanya tetap merah dan bila di uji dengan kertas lakmus biru maka kertas lakmus warnanya tetap biru, bila di uji dengan di campur larutan PP maka larutan yang bersifat netral tetap tidak berwarna.
- Uji D :
                   Setelah larutan A di uji menggunakan kertas lakmus merah dan biru warna kertas lakmus tetap merah /menjadi berwarna merah. Setelah larutan A di uji menggunakan larutan PP, larutan A tetap tidak berwarna.
- Uji E :
                   Setelah larutan B di uji menggunakan kertas lakmus merah dan biru warna kertas lakmus tetap biru /menjadi berwarna biru. Setelah larutan B di uji menggunakan larutan PP, larutan B menjadi berwarna merah.
- Uji F :
                   Setelah larutan C di uji dengan indikator kertas lakmus merah maka ketas lakmus warnanya tetap merah dan bila di uji dengan kertas lakmus biru maka kertas lakmus warnanya tetap biru, bila di uji dengan di campur larutan PP maka larutan yang bersifat netral tetap tidak berwarna.

VII. KESIMPULAN
                   Larutan bersifat asam bila di uji dengan indikator kertas lakmus merah/biru maka kertas lakmus tetap/menjadi berwarna merah, bila di uji dengan di campur larutan PP maka larutan asam tetap tidak berwarna.
                   Larutan bersifat basa bila di uji dengan indikator kertas lakmus merah/biru maka kertas lakmus tetap/menjadi berwarna biru, bila di uji dengan di campur larutan PP maka larutan basa menjadi berwarna merah.
                   Larutan bersifat netral bila di uji dengan indikator kertas lakmus merah maka ketas lakmus warnanya tetap merah dan bila di uji dengan kertas lakmus biru maka kertas lakmus warnanya tetap biru, bila di uji dengan di campur larutan PP maka larutan yang bersifat netral tetap tidak berwarna.



VIII. LAMPIRAN
1. Pertanyaan dan jawaban
2. Petujuk praktikum


































Surakarta, 14 febuari 2011
Di periksa oleh,
Pembimbing Praktikum                                                 Praktikum



(Rita Retnawati, S.pd)                                                (Rian Pertiwi)
PERTANYAAN
1.      Dari larutan-larutan tersebut, sebutkan golongan larutan yang bersifat asam, basa, atau netral !
2.      Bagaimana perubahan warna kertas lakmus biru di dalam larutan asam ?
3.      Bagaimana perubahan warna kertas lakmus biru di dalam larutan basa ?
4.      Bagaimana perubahan warna kertas lakmus biru di dalam air ?
5.      Bagaimana perubahan warna kertas lakmus merah di dalam larutan asam ?
6.      Bagaimana perubahan warna kertas lakmus merah di dalam larutan basa ?
7.      Bagaimana perubahan warna kertas lakmus merah di dalam air ?
8.      Bagaimana perubahan warna larutan asam, bila diberi larutan PP ?
9.      Bagaimana perubahan warna larutan basa, bila diberi larutan PP ?
10.  Bagaimana perubahan warna air, bila diberi larutan PP ?

JAWAB
1.      Bersifat asam         : larutan CH3COOH dan larutan A
Bersifat basa          : larutan NaOH dan larutan B
Bersifat netral        : air dan larutan C
2.      Dalam larutan asam kertas lakmus biru berubah warna menjadi merah
3.      Dalam larutan basa kertas lakmus biru tetap berwarna biru
4.      Dalam air kertas lakmus biru tetap berwarna biru
5.      Dalam larutan asam kertas lakmus merah tetap berwarna merah
6.      Dalam larutan basa kertas lakmus biru berubah warna menjadi merah
7.      Dalam air kertas lakmus merah tetap berwarna merah
8.      Larutan asam tetap tidak berwarna bila diberi larutan PP
9.      Larutan basa menjadi berwarna merah bila diberi larutan PP
10.  Air tetap tidak berwarna bila diberi larutan PP

No comments:

Post a Comment